Menghargai sesama

October 30th, 2008 by novandiana

Dari semua kejadian yang ada di hadapan kita dan malah mungkin terjadi terhadap kita, banyak yang bisa dipelajari dan diambil hikmahnya. Kita harus pandai menyimpulkan atau menarik pelajaran untuk langkah yang lebih baik bagi diri sendiri. Semua yang ada di sekeliling adalah pelajaran yang amat sangat berarti.

Namun tidak setiap orang bisa menarik kesimpulan atau belajar dari sekeliling. Adalah suatu berkah Allah jika kita bisa dengan mudah mengambil manfaat dari yang terjadi di sekeliling. Dan berkah tersebut sesungguhnya memang diberikan kepada kita semua. Jadi kita sendiri juga harus belajar bagaimana menarik pelajaran yang bermanfaat. Artinya “Belajar untuk bisa menarik pelajaran”.

Alhamdulillah, satu pelajaran yang bisa saya dapat dari sekeliling yang terjadi pada saya atau kepada orang lain adalah “bagaimana kita menghargai orang lain”. Cara kita berperilaku sopan atau tidaknya terhadap sesama juga termasuk pada kategori ini.

Seringkali orang gampang untuk mengumpat ‘bego’, ‘bodoh’ dst. terhadap orang, meski tidak dihadapan yang bersangkutan. Hal itu mencerminkan, bahwa sesungguhnya yang ‘bego atau bodoh’ adalah dia sendiri yang mengumpat. Seberapa ‘pintar’nya kita, sampai menganggap orang lain bego? Bukankah setiap manusia ciptaan Allah adalah sempurna dan unik? Masing-masing manusia punya kelebihan disamping kelemahannya.

 Kadang tatacara berujar menunjukkan siapa diri kita. Berkata sopan tapi dengan bahasa yang kasar atau menusuk, itupun juga termasuk tidak menghargai orang. Dengan berusaha memahami lawan bicara dan bertutur kata sopan, itu sudah merupakan salah satu bentuk menghargai sesama.

Bersikap dan bertutur kata sopan tidaklah susah. Kepada teman, anak, bawahan atau siapa pun yang dianggap di bawah kita, seharusnyalah kita bertutur halus. Karena dengan begitu kita sudah memberi teladan  kepada mereka. Seperti sistem MLM, jika kita menebar ke 2 orang, maka 2 orang akan menebar ke lebih banyak lagi. Jika dari diri dan orang di sekitar kita sudah bisa saling bersikap sopan, nantinya lingkup itu akan meluas.

Banyak sekali saya temui, orang yang baru sedikit ‘lebih’ dari yang lain sudah merasa ‘paling’. Padahal “masih ada langit di atas langit”. Mereka merasa harus mendapat ‘privillage’ , egonya demikian tinggi, sehingga tidak ada yang boleh sedikitpun mencela. Apalagi kalau kebetulan prestasinya lagi menanjak, wah.. bisa tambah tinggi egonya. Tapi balik lagi ke bagaimana menghargai sesama atau “ngu-wong-ke”, dengan merasa bahwa “I’m Nobody” pasti akan lebih mudah untuk menghargai orang.

Siapapun kita dan apapun jabatan kita, selalulah bersikap baik, sopan dan menghargai siapapun juga. Dan yakinlah, setelah itu kita akan mendapat perlakuan yang serupa dan bahkan lebih. 

Bingung

April 23rd, 2008 by novandiana

Aku bingung… Gak tahu harus mulai dari mana
Tapi ya memang harus dimulai.
Salah atau benar, kan kita gak bakal tahu kalo gak dicoba.
Toh, gak ada yang bakal menampar or memperolok…
Segalanya memang harus dimulai…

Selamat Datang di dagdigdug

April 23rd, 2008 by novandiana

Selamat Datang di dagdigdug.com. Ini posting pertamamu , Ekspresikan perasaanmu. Ngebloglah sekarang juga !